SELAMAT DATANG DI WEBSITE KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA SURABAYA KEMENTERIAN AGAMA BUKA LOWONGAN 1000 CPNS FORMASI DOSEN HINGGA SENIN (18/9), 516 JEMAAH WAFAT DI ARAB SAUDI KEMENTERIAN AGAMA GANDENG KPK LATIH GURU MADRASAH BERANTAS KORUPSI PASCA TERBITNYA PERPRES NO. 87 TH. 2017, KEMENTERIAN AGAMA SIAPKAN PMA TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER TAHUN 2018, KEMENTERIAN AGAMA SIAPKAN 240 MILIAR UNTUK ANGGARAN PENELITIAN OPTIMALKAN KINERJA PENYULUH AGAMA, BIMAS ISLAM KEMENTERIAN AGAMA HADIRKAN E-PAI PUNCAK HARI SANTRI 2017 AKAN DIGELAR DI SEMARANG KEMENTERIAN AGAMA PERCEPAT SERAPAN PIP BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN

MTsN 4 Surabaya Bagikan 80 Paket Zakat Fitrah kepada Warga Sekitar

Pembagian zakat fitrah melibatkan anggota OSIS

Surabaya (MTsN 4 Kota Surabaya) – Rabu, 14 Juni 2017 hari terakhir pelaksanaan Pondok Romadhon 1438 H di MTsN 4 Kota Surabaya ditandai dengan pembagian zakat fitrah kepada warga sekitar madrasah. Ada 80 paket zakat fitrah yang dibagikan kepada fakir miskin di 4 RT di lingkungan RW 01 Kendung, Kelurahan Sememi, Benowo Surabaya. Menurut Fauzi, panitia zakat fitrah MTsN 4 Surabaya bahwa ada 80 paket zakat fitrah masing-masing berisi beras 5 kg, diangkut 2 mobil diserahkan ke masing-masing rumah yang berhak menerima zakat  yang tersebar di RT 1, RT 2, RT 3 dan RT 4 RW 02 Kendung Sememi Surabaya. Data warga fakir miskin berasal dari masing-masing ketua RT yang didata seminggu sebelumnya.

Pembagian zakat fitrah untuk warga sekitar melengkapi pembagian zakat fitrah untuk siswa kelas 8 yang berjumlah 83 paket beras. Menurut Ahmad Syaihu ketua pesantren romadhon MTs Negeri 4 Kota Surabaya tahun 2017 M /1438 M penerimaan beras dari siswa tahun ini menurun karena kelas 9 sudah purna dan sudah tidak mengikuti kegiatan pesantren romadhon tahun ini. Pembagian zakat fitrah kali ini juga melibatkan anggota OSIS MTsN 4 Kota Surabaya sebagai bentuk pembelajaran untuk menjadi panitia yang bertugas mengumpulkan, menimbang, membagi dalam kemasan dan menyalurkan kepada yang berhak menerimanya, agar kelak kalau sudah terjun di masyarakat bisa melaksanakan kegiatan keagamaan. (A. Syaihu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*