MTsN 4 Surabaya Bagikan 80 Paket Zakat Fitrah kepada Warga Sekitar – Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya
SELAMAT DATANG DI WEBSITE KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA SURABAYA KEMENTERIAN AGAMA RAIH PENGHARGAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2016 DENGAN CAPAIAN STANDAR TERTINGGI DARI KEMENTERIAN KEUANGAN MENTERI AGAMA MINTA INSPEKTORAT JENDERAL LAKUKAN CEGAH DINI POTENSI PENYIMPANGAN TAHUN 2018, TRANSAKSI PEMBAYARAN DI KEMENTERIAN AGAMA DILAKUKAN NON TUNAI PEMERINTAH SIAPKAN REGULASI UNTUK KESEJAHTERAAN PENGHULU KEMENTERIAN AGAMA GELAR EVALUASI PENILAIAN MANDIRI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN AGAMA DAN BANK INDONESIA KERJASAMA KEMBANGKAN EKONOMI PESANTREN KEMENTERIAN AGAMA ALOKASIKAN 1,3 TRILIUN UNTUK BANGUN 34 GEDUNG PTAIN KEMENTERIAN AGAMA GANDENG KPK LATIH GURU MADRASAH BERANTAS KORUPSI

MTsN 4 Surabaya Bagikan 80 Paket Zakat Fitrah kepada Warga Sekitar

Pembagian zakat fitrah melibatkan anggota OSIS

Surabaya (MTsN 4 Kota Surabaya) – Rabu, 14 Juni 2017 hari terakhir pelaksanaan Pondok Romadhon 1438 H di MTsN 4 Kota Surabaya ditandai dengan pembagian zakat fitrah kepada warga sekitar madrasah. Ada 80 paket zakat fitrah yang dibagikan kepada fakir miskin di 4 RT di lingkungan RW 01 Kendung, Kelurahan Sememi, Benowo Surabaya. Menurut Fauzi, panitia zakat fitrah MTsN 4 Surabaya bahwa ada 80 paket zakat fitrah masing-masing berisi beras 5 kg, diangkut 2 mobil diserahkan ke masing-masing rumah yang berhak menerima zakat  yang tersebar di RT 1, RT 2, RT 3 dan RT 4 RW 02 Kendung Sememi Surabaya. Data warga fakir miskin berasal dari masing-masing ketua RT yang didata seminggu sebelumnya.

Pembagian zakat fitrah untuk warga sekitar melengkapi pembagian zakat fitrah untuk siswa kelas 8 yang berjumlah 83 paket beras. Menurut Ahmad Syaihu ketua pesantren romadhon MTs Negeri 4 Kota Surabaya tahun 2017 M /1438 M penerimaan beras dari siswa tahun ini menurun karena kelas 9 sudah purna dan sudah tidak mengikuti kegiatan pesantren romadhon tahun ini. Pembagian zakat fitrah kali ini juga melibatkan anggota OSIS MTsN 4 Kota Surabaya sebagai bentuk pembelajaran untuk menjadi panitia yang bertugas mengumpulkan, menimbang, membagi dalam kemasan dan menyalurkan kepada yang berhak menerimanya, agar kelak kalau sudah terjun di masyarakat bisa melaksanakan kegiatan keagamaan. (A. Syaihu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*